Oleh: sejarahku | Februari 10, 2008

Mukadimah

atlantic2.jpg

Bahwa sesungguhnya, sejarah tanah air kita adalah benua yang pernah hilang. Ratusan tahun ia tersapu oleh banjir besar. Dan sebagian darinya tenggelam, sebagian lagi masih bisa kita baca. Indonesia, adalah puing-puing yang tersisa. Dan kami adalah para pelayar yang mengarunginya, samudera sejarah itu.

Terkadang kami tersesat, namun kini kami menyadari bahwa arah semakin jelas. Kami menyebut diri kami para petualang, tepatnya para penjelajah sejarah. Setelah mengarungi suatu samudera, kami pun membawa pergi cerita. Namun kami tak menyimpan sendiri cerita itu. Kami memberikan cerita itu untuk Indonesia.

Blog tjeritakoe ini adalah semacam peta untuk mengarungi samudera tanah air ini. Peta itu terkadang harus dipahami layaknya anak-anak mendengarkan dongeng pengantar tidur. Tujuannya bukan hendak menidurkan, tapi memberikan mimpi, agar kita siap bangun sebagai manusia yang penuh harapan dalam menjalankan kapal kehidupan ini.

Sebelum proklamasi 17 Agustus 1945, adakah tanah air kita? Mari kita terangi lorong-lorong masa lalu. Melalui lilin-lilin pertanyaan, kita akan sampai pada suatu pintu gemerlap yang begitu menyilaukan. Apabila kita tak kuat menahan kilau cahayanya, mari kita pakai kacamata. Kacamata itu adalah sudut pandang kita. Kita bisa gunakan kacamata sains, mitologi, filologi, linguistik, sejarah, geologi, teologi, biologi, dan lain sebagainya. Atau, kita lepas saja kacamata itu, lalu menatap dengan mata telanjang seorang manusia. Terserah.

Yang jelas kami akan terus bercerita.

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.